PRINCIPLE OF GOOD LABORATORY PRACTICES (14-16 Mei 2012)
Description
Good Laboratory Practices is one of very good tools used to ensure that all the activities carried out in a laboratory comply with all regulations both local and international. Recently, more and more laboratories adopt this practices to achieve an excellent level in their operation. As with ISO/IEC 17025, this practices assure that the output generated from their operation is valid, reliable, accurate and can be accepted internationally.
Objectives
After having been trained, all trainees are expected to be able to implement good laboratory practices and have a deep knowledge of monitoring the performance of their laboratory
LIMBAH B3 (7-9 Mei 2012)
Description
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik/rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai sampah, yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Hampir di setiap proses dapat kita temukan limbah, mulai dari proses-proses metabolisme di dalam tubuh manusia hingga proses-proses industri yang berbasis teknologi tinggi.
Sudah menjadi konsekuensi setiap penerapan teknologi selalu membawa dampak buruk sebagai ikutan. Selain dampak lingkungan berupa polutan, yang tidak kalah penting adalah pengaruh buruk pada pekerja yang sehari-hari berurusan sebagai sebuah sistem. Para operator mesin merupakan pihak yang sangat rentan terhadap gangguan fisik dan kesehatannya. Limbah dalam jumlah yang cukup besar memerlukan pengelolaan agar tidak menimbulkan masalah lingkungan, seperti pencemaran udara, perairan dan penurunan kualitas ekosistem.
INDUSTRIAL HEALTH & HYGIENE (8-10 Mei 2012)
Description
Disetiap tempat kerja, sudah dapat dipastikan adanya bahaya kerja yg mengancam keselamatan dan kesehatan kerja dari setiap pekerjanya. Akan tetapi kesadaran akan hal ini sering diabaikan dan dianggap tidak begitu penting oleh para pekerja sehingga sering terjadi kecelakaan dan terganggunya kesehatan para pekerja. Pelatihan ini disusun untuk memberikan pengetahuan tentang bahaya/resiko tempat kerja terhadap kesehatan kerja serta cara penanggulangan dengan maksud untuk menciptakan kondisi kerja yang aman serta nyaman. Terutama bahaya yang akan mengganggu kesehatan yang akan menimbulkan dampak dikemudian hari.
Objectives
Setelah mengikuti pelatihan ini para peserta memahami arti penting kesehatan dan keselamatan kerja, dapat menerapkan kondisi kerja yg aman dan nyaman, dapat mengidentifikasi bahaya terhadap kesehatan kerja serta dapat menanganinya.
HIGH VOLTAGE ELECTRICAL EQUIPMENT (22-24 Mei 2012)
Description
Masalah tegangan tinggi yang diakibatkan oleh petir harus mendapatkan penanganan khusus di industri atau perusahaan. Gagalnya system proteksi tegangan tinggi akan menyebabkan kerusakan pada berbagai peralatan listrik, dengan mengikuti training ini, peserta akan memiliki ketrampilan khusus untuk melakukan perawatan dan pengujian terhadap peralatan listrik tegangan tinggi sesuai standard baku sehingga dapat menghindarkan kegagalan system, memperpanjang umur, menjaga stabilitas standard performance peralatan, dan mengurangi resiko operasi peralatan tegangan tinggi.
Objectives
Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta akan memahami tentang :
- Peralatan electrical tegangan tinggi
- K3 electrical
- Sistem grounding pada electrical power
Grounding and Lightning Protection (21-23 Mei 2012)
Description
Makin pesatnya penggunaan perangkat2 canggih berbasiskan daya listrik, micro elektronik, computer, microprosessor dan penggunaan alat control yang serba digital memang dimaksudkan untuk meningkatkan effisiensi dan efektivitas kinerja industri yang menggunakannya namun disisi lain juga menjadi sangat rentang terhadap gangguan elektromagnetik yang disebabkan antara lain oleh sambaran Petir.
Petir merupakan gejala alam yang bisa kita analogikan dengan sebuah kapasitor raksasa, dimana lempeng pertama adalah awan (bisa lempeng negatif atau lempeng positif) dan lempeng kedua adalah bumi (dianggap netral) yang dapat menyimpan energi sesaat (energy storage).
FOOD SAFETY MANAGEMENT (14-16 Mei 2012)
Description
Keracunan makanan atau yang dikenal dengan food poisoning, sering terjadi dan menimbulkan korban yang tidak sedikit. Disadari atau tidak, kejadian ini menimbulkan gangguan produktifitas kerja, dengan akibat timbulnya kerugian yang tak terbayangkan bagi perusahaan. Selain menimbulkan permasalahan kesehatan yang memakan biaya tidak sedikit, terhentinya produksi perusahaan baik karena sebagian pekerjanya sakit ataupun pekerja lain yang berhenti bekerja karena harus menolong korban, timbulnya permasalahan dari gugatan berkaitan dengan hukum dan menurunnya reputasi perusahaan, merupakan sumber kerugian lain bagi perusahaan. Untuk mencegah terjadinya hal seperti itu, maka sudah saatnya dilaksanakan usaha-usaha untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan bagi pelaksana penyaji/pengelola makanan (foodhandler) yang dalam hal ini berperan sebagai ujung tombak.
Food Safety Management Systems (Sistem-Sistem Manajemen Keamanan Makanan) berdasarkan ISO 22000 membantu organisasi untuk menatalaksana risiko-risiko yang berkaitan dengan makanan dan minuman. Sistem-sistem manajemen tersebut perlu memperhitungkan tidak saja peraturan dasar makanan dan praktek-praktek tempat kerja yang dapat diterima, tetapi juga meliputi rencana-rencana kemungkinan untuk terjadinya krisis seperti penarikan kembali produk. Semua jenis praktek tersebut membentuk dasar suatu Food Safety Management System.
ENVIRONMENTAL SITE ASSESSMENT (9-11 Mei 2012)
Description
Environmental Site Assessment adalah sebuah studi penilaian untuk mengidentifikasi adanya potensi terkontaminasinya suatu lingkungan real estate. Hal ini dilakukan untuk menilai risiko kepemilikan properti komersial yang memiliki tingkat resiko tinggi dar bahan kimia berbahaya yang dapat merusak lingkungan. Analisis, yang sering disebut ESA, ini biasanya mencakup pengecekan lahan serta perbaikan fisik properti, namun teknik yang diterapkan dalam ESA jug termasuk koleksi aktual atau sampel fisik analisis kimia apapun. Hal ini dilakukan karena pembeli, pemilik yg menyewakan atau kreditur harus bertanggungjawab atas perbaikan dari residu zat yg berbahaya.
Pemeriksaan tanah meliputi pemeriksaan potensi pencemaran tanah, kualitas air tanah, dan kadang-kadang masalah yang berhubungan dengan zat berbahaya.seperti : identifikasi residu kimia apapun dalam struktur bangunan seperti asbes, bahan bangunan dan kualitas udara dalam ruangan.

